Cari Blog Ini

Senin, 08 Agustus 2011

Reproduksi Mamalia

Pada vertebrata yang hidup di air melakukan fertilisasi di luar tubuh (fertilisasi eksternal).

Contoh : ikan dan katak.
Yang hidup di darat melakukan pembuahan di dalam tubuh (fertilisasi internal).

Pada mammalia jantan, alat kelaminnya disebut penis pada reptil seperti cecak dan kadal menggunakan hemipenis (penis palsu), sedang pada bangsa burung misalnya : bebek, untuk menyalurkan sperma menggunakan ujung kloaka.

Pada hewan yang melakukan fertilisasi internal dikenal adanya 3 macam perkembangan embrio

1. Ovipar/bertelur :
Bila embrio berkembang di dalam telur.
Misalnya : pada jenis-jenis burung dan ikan.

2. Ovovivipar/bertelur dan beranak :
bila embrio berkembang di dalam telur yang diinkubasi dalam tubuh dengan sumber
nutrisi berasal dari telur.
misalnya : pada beberapa jenis ikan hiu.

    3. Vivipar/beranak :
    Bila embrio tumbuh dan berkembang di dalam uterus dan mendapat ....nutrisi dari induknya melalui plasenya.
    Misalnya : pada beberapa jenis mammalia.

    Pada umumnya mammalia melahirkan anaknya (vivipar) dan kemudian menyusui anaknya sampai anaknya mandiri. Beberapa perkecualian, misalnya : pada hewan paruh bebek (Platypus), bertelur, setelah menetas anaknya baru disusui. Pada hewan berkantung (Marsupialia), contoh : kanguru, anaknya lahir muda (amat prematur) kemudian merayap masuk, kantung induknya, mencari putting susu, kemudian menyusu dalam kantung sampai mandiri.

    1.
    Alat Reproduksi Mammalia Jantan



    Contoh : pada manusia.
    Yang berkaitan dengan produksi sperma terdiri dari sepasang kelenjar kelamin yang disebut testis yang disimpan dalam kantung disebut skrotum/kantung pelir. Di dalam testis terdapat saluransaluran halus yang disebut tubulus seminiferus yang merupakan tempat pembentukan spermatozoa. Untuk keluar tubuh spermatozoa melewati saluran epididimis. Saluran ini kemudian melebar menjadi vas deferens yang bermuara pada uretra. Palo pertemuan uretra dengan vas deferens terdapat kelenjar prostat dan di sebelah belakangnya terdapat kelenjar cowper. Kedua kelenjar tersebut berfungsi menghasilkan sekret untuk memberi nutrisi dan mempermudah gerakan spermatozoa.

    2.

    Alat Reproduksi Mammalia Betina

    Contoh : pada manusia.

    Pada manusia terdapat sepasang kelenjar kelamin yaitu ovarium yang berfungsi menghasilkan sel telur. Dalam ovarium terdapat folikel Grad yang akan berkembang menjadi sel telur (ovum). Ovarium dihubungkan dengan uterus (rahim) oleh suatu saluran yang disebut tabung fallopii (Tuba fallopii). Uterus merupakan saluran berongga yang lebih besar dengan bagian ujungnya bersatu membentuk saluran sempit yaitu vagina.

    Pembentukan Gamet Jantan

    Proses pembentukan dan pemasakan spermatozoa disebut spermatogenesis. Pada tubulus seminiferus testis terdapat sel-sel induk spermatozoa atau spermatogonium, sel Sertoli yang berfungsi memberi makan spermatozoa juga sel Leydig yang terdapat di antara tubulus seminiferus yang berfungsi menghasilkan testosteron. Proses pembentukan spermatozoa dipengaruhi oleh kerja beberapa hormon.

    Kelenjar hipofisis menghasilkan hormon perangsang folikel (Folicle Stimulating Hormone/FSH) dan hormon lutein (Luteinizing Hormone/LH).

    LH merangsang sel Leydig untuk menghasilkan hormon testosteron. Pada masa pubertas, androgen/testosteron memacu tumbuhnya sifat kelamin sekunder.

    FSH merangsang sel Sertoli untuk menghasilkan ABP (Androgen Binding Protein) yang akan memacu spermatogonium untuk memulai proses spermatogenesis. Proses pemasakan spermatosit menjadi spermatozoa disebut spermiogenesis. Spermiogenesis terjadi di dalam epididimis dan membutuhkan waktu selama 2 hari.

    Proses Spermatogenesis :

    Spermatogonium berkembang menjadi sel spermatosit primer.
    Sel spermatosit primer bermiosis menghasilkan spermatosit sekunder, spermatosit sekunder membelah lagi menghasilkan spermatid, spermatid berdiferensiasi menjadi spermatozoa masak. Bila spermatogenesis sudah selesai, maka ABP testosteron (Androgen Binding Protein Testosteron) tidak diperlukan lagi, sel sertoli akan menghasilkan hormon inhibin untuk memberi umpan balik kepada hipofisis agar menghentikan sekresi FSH dan LH.

    Spermatozoa akan keluar melalui uretra bersama-sama dengan cairan yang dihasilkan oleh kelenjar vesikula seminalis, kelenjar prostat dan kelenjar cowper. Spermatozoa bersama cairan dari kelenjar-kelenjar tersebut dikenal sebagai semen atau air mani. Pada waktu ejakulasi, seorang laki-laki dapat mengeluarkan 300 - 400 juta sel spermatozoa.


    Pembentukan Gamet Betina

    Di dalam ovarium janin sudah terkandung sel pemula atau oogonium. Oogonium akan berkembang menjadi oosit primer. Saat bayi dilahirkan oosit primer dalam fase profase pada pembelahan meiosis. Oosit primer kemudian mengalami masa istirahat hingga masa pubertas.

    Pada masa pubertas terjadilah oogenesis. Oosit primer membelah secara meiosis, menghasilkan 2 sel yang berbeda ukurannya. Sel yang lebih kecil, yaitu badan polar pertama membelah lebih lambat, membentuk 2 badan polar. Sel yang lebih besar yaitu oosit sekunder, melakukan pembelahan meiosis kedua yang menghasilkan ovum tunggal dan badan polar kedua. Ovum berukuran lebih besar dari badan polar kedua.

    Pengaruh Hormon dalam Oogenesis

    Kelenjar hipofisis menghasilkan hormon FSH yang merangsang pertumbuhan sel-sel folikel di sekeliling ovum. Ovum yang matang diselubungi oleh sel-sel folikel yang disebut Folikel Graaf, Folikel Graaf menghasilkan hormon estrogen. Hormon estrogen merangsang kelenjar hipofisis untuk mensekresikan hormon LH, hormon LH merangsang terjadinya ovulasi. Selanjutnya folikel yang sudah kosong dirangsang oleh LH untuk menjadi badan kuning atau korpus luteum. Korpus luteum kemudian menghasilkan hormon progresteron yang berfungsi menghambat sekresi DSH dan LH. Kemudian korpus luteum mengecil dan hilang, sehingga aklurnya tidak membentuk progesteron lagi, akibatnya FSH mulai terbentuk kembali, proses oogenesis mulai kembali.

    Catatan :

    Pada laki-laki spermatogenesis terjadi seumur hidup, dan pelepasan spermatozoa dapat terjadi setiap saat. Pada wanita, ovulasi hanya berlangsung sampai umur sekitar 45 - 5O tahun. Seorang wanita hanya mampu menghasilkan paling banyak 400 ovum selama hidupnya, meskipun ovarium seorang bayi perempuan sejak lahir sudah berisi 500 ribu sampai 1 juta oosit primer.

    Setiap bulan wanita melepaskan satu sel telur dari salah satu ovariumnya. Bila sel telur ini tidak mengalami pembuahan maka akan terjadi perdarahan (menstraasi). Menstruasi terjadi secara perfodik satu bulan sekali.

    Saat wanita tidak mampu lagi melepaskan ovum karena sudah habis tereduksi, menstruasi pun menjadi tidak teratur lagi, sampai kemudian terhenti sama sekali. Masa ini disebut menopause

    Rabu, 03 Agustus 2011

    Question Reflection for Growth and Development Topic

    Answer the question correctly!

    1. What is the definition of growth?

    2. What is the definition of development?

    3. How do you know that the plant grows?

    4. Explain the function of:

    a. Auxin

    b. Gibberellins

    c. Abscisic Acid

    d. Ethylene

    5. Explain the frog metamorphosis!

    6. Write down the steps of perfect metamorphosis and imperfect metamorphosis!

    7. Mention 3 animals which include perfect metamorphosis!

    8. Mention 3 animals which include imperfect metamorphosis!

    9. Write down the diagram of fern metagenesis!

    10. Explain the mosses metagenesis!

    EGG AND SPERM



    Cut the diagram of a sperm cell and an egg cell out and stick it in your book.

    Then try these questions:

    1. What are the structures labelled A to F?

    2. List the main differences you can see between the two cells.

    3. Explain the following special features...

    • The sperm has a tail.
    • The sperm has an energy producing structure.
    • The egg cell has a lot of cytoplasm with stored food in it.
    • The sperm has a packet of enzymes at the top of its head.
    • The sperm has an oval head.
    • Each cell contains half a normal set of chromosomes.

    4. Describe the job that each cell does.

    5. Where is each cell made?

    6. When are each cell made?





    Rabu, 13 Juli 2011

    POINTS OF GROWTH IN PLANTS

    Plant growth varies. Different species of plants grow differently. Some species grow into short plants with soft stems which live for only a few weeks or a few months while some other species grow tall and large, have wooden trunks, and live for years.
    What part of plants controls their growth? How do plants become longer? Observe the stem of a plant in Figure 1. On the stem you see two types of buds. At the tip there is a terminal bud, which is also known as an apical meristem. It determines the increase of plant length. Along the stem there are lateral buds, which are also known as side buds, or axillary buds. They can finally grow into branches, leaves, or flowers. Buds are the start of new growth and the points where they appear are nodes of growth.
    Some plant species have stems that keep becoming larger. In fact, some large stems like those found in banyan trees, teak trees, and some other trees are even 1 to 2 meters in diameter. Stem enlargement is determined by the presence of cambium; it is located between the xylem and phloem and its function is forming new xylem and phloem . See Picture 2.
    In Picture 1 you can see that the diameter of the lower part of the stem is larger than its upper part. It is because the quantity of xylem and phloem increases in the same direction. It means that new xylem and phloem are continuously being produced. They are produced by the cambium.

    Questions:
    1.Which tree lives longer, the one with soft stem or the one with wooden trunk?
    2.Is this statement true or false? “The lateral bud makes the stem grow higher”.
    3.What is the function of the cambium?
    4.Why does the lower part of the stem become larger than the upper part?
    STANDAR ISI (SK dan KD) RSBI SMP

    KELAS VII : SEMESTER 1

    Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar
    1. Memahami prosedur ilmiah untuk mempelajari benda-benda alam dengan menggunakan peralatan
    1.1. Mendeskripsikan besaran pokok dan besaran turunan beserta satuannya
    1.2. Mendeskripsikan pengertian suhu dan pengukurannya
    1.3. Melakukan pengukuran dasar secara teliti dengan menggunakan alat ukur yang sesuai dan sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari
    1.4. Membuat grafik berdasarkan data hasil pengukuran, menganalisis dan mengkomunikasikannya

    2. Memahami unsur, senyawa, dan campuran
    2.1 Menjelaskan pengertian unsur dan senyawa.
    2.2 Membandingkan sifat unsur, senyawa, dan campuran
    2.3 Melakukan pemisahan campuran dengan berbagai cara berdasarkan sifat fisika dan sifat kimia.

    3. Memahami gejala-gejala alam melalui prosedur ilmiah
    3.1 Melaksanakan pengamatan objek secara terencana dan sistematis untuk memperoleh informasi gejala alam biotik dan a-biotik
    3.2 Menggunakan mikroskop dan peralatan pendukung lainnya untuk mengamati gejala-gejala kehidupan
    3.3 Menerapkan keselamatan kerja dalam melakukan pengamatan gejala-gejala alam

    6. Memahami keanekara-gaman makhluk hidup
    6.1 Mengidentifikasi ciri¬-ciri makhluk hidup
    6.2 Mendeskripsikan keragaman pada sistem organisasi kehidupan mulai dari tingkat sel sampai organisme
    6.3 Mengklasifikasikan makhluk hidup berdasarkan ciri-ciri yang dimiliki


    KELAS VII : SEMESTER 2

    Standar Kompetensi Kompetensi Dasar
    4. Memahami sifat fisika dan kimia materi.
    4.1 Mengidentifikasi perubahan fisika dan kimia.
    4.2 Mengidentifikasi terjadinya reaksi kimia melalui percobaan sederhana.

    5. Memahami sifat larutan asam, basa dan garam
    5.1 Mengidentifikasi sifat asam, basa, dan garam menggunakan indikator dan/atau alat

    7. Memahami saling ketergantungan dalam ekosistem
    7.1 Menentukan ekosistem dan saling hubungan antara komponen ekosistem
    7.2 Mengidentifikasi pentingnya keanekaragaman mahluk hidup dalam pelestarian ekosistem
    7.3 Memprediksi pengaruh kepadatan populasi manusia terhadap lingkungan
    7.4 Mengaplikasikan peran manusia dalam pengelolaan lingkungan untuk mengatasi pencemaran dan kerusakan lingkungan

    8. Memahami wujud zat dan perubahannya
    8.1 Menyelidiki sifat-sifat zat berdasarkan wujudnya dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari
    8.2 Mendeskripsikan konsep massa jenis dalam kehidupan sehari-hari dan penerapannya
    8.3 Melakukan percobaan yang berkaitan dengan pemuaian dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari
    8.4 Mendeskripsikan peran kalor dalam mengubah wujud zat dan suhu suatu benda serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari


    KELAS VIII : SEMESTER 1

    Standar Kompetensi Kompetensi Dasar
    1. Memahami berbagai sistem dalam kehidupan manusia
    1.1 Menganalisis pentingnya pertumbuhan dan perkembangan pada makhluk hidup
    1.2 Mendeskripsikan tahapan perkembangan manusia
    1.3 Mendeskripsikan sistem gerak pada manusia dan hubungannya dengan kesehatan
    1.4 Mendeskripsikan sistem pencernaan pada manusia dan hubungannya dengan nutrisi serta kesehatan
    1.5 Mendeskripsikan sistem pernapasan pada manusia dan hubungannya dengan kesehatan.
    1.6 Mendeskripsikan sistem peredaran darah pada manusia serta hubungannya dengan imunitas dan kesehatan

    2. Memahami pengertian partikel materi
    2.1 Mendeskripsikan atom, ion, dan molekul.
    2.2 Membandingkan molekul unsur dan molekul senyawa
    2.3 Mengidentifikasi manfaat ion dan molekul dalam produk kimia sehari-hari.

    3. Memahami konsep gerak, peranan usaha, gaya, dan energi dalam kehidupan sehari-hari
    3.1 Menganalisis data percobaan gerak lurus beraturan dan gerak lurus berubah beraturan serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari
    3.2 Menjelaskan hubungan bentuk energi dan perubahannya, prinsip “usaha dan energi” serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari
    3.3 Melakukan percobaan tentang pesawat sederhana dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari
    3.4 Menerapkan hukum Newton untuk menjelaskan berbagai peristiwa dalam kehidupan sehari-hari
    3.5 Mengidentifikasi jenis-jenis gaya, penjumlahan gaya dan pengaruhnya pada suatu benda yang dikenai gaya
    3.6 Menyelidiki tekanan pada benda padat, cair, dan gas serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari


    KELAS VIII : SEMESTER 2

    Standar Kompetensi Kompetensi Dasar
    4. Memahami sistem dalam kehidupan tumbuhan
    4.1 Mengidentifikasi struktur dan fungsi jaringan tumbuhan
    4.2 Mendeskripsikan proses perolehan nutrisi dan transformasi energi pada tumbuhan hijau
    4.3 Mengidentifikasi macam-macam gerak pada tumbuhan
    4.4 Mengenal hama dan penyakit pada organ tumbuhan yang dijumpai dalam kehidupan sehari-hari

    5. Memahami konsep dan penerapan getaran, gelombang dan optika dalam produk teknologi sehari-hari
    5.1 Mendeskripsikan konsep getaran dan gelombang serta parameter-parameternya
    5.2 Mendeskripsikan proses terjadinya gempa dan tsunami
    5.3 Mendeskripsikan konsep bunyi dalam kehidupan sehari-hari
    5.4 Menyelidiki sifat-sifat cahaya dan hubungannya dengan berbagai bentuk cermin dan lensa
    5.5 Mendeskripsikan alat-alat optik dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari

    6. Memahami kegunaan bahan kimia dalam kehidupan sehari-hari
    6.1. Mencari informasi tentang kegunaan dan efek samping bahan kimia dalam kehidupan sehari-hari
    6.2. Mengkomunikasikan informasi tentang kegunaan dan efek samping bahan kimia
    6.3. Mendeskripsikan bahan kimia alami dan bahan kimia buatan dalam kemasan yang terdapat dalam bahan makanan
    6.4. Mendeskripsikan sifat/pengaruh zat adiktif dan psikotropika
    6.5. Menghindarkan diri dari pengaruh zat adiktif dan psikotropika


    KELAS IX : SEMESTER 1

    Standar Kompetensi Kompetensi Dasar
    1. Memahami berbagai sistem dalam kehidupan manusia
    1.1 Mendeskripsikan sistem ekskresi pada manusia dan hubungannya dengan kesehatan
    1.2 Mendeskripsikan sistem reproduksi dan penyakit yang berhubungan dengan sistem reproduksi pada manusia
    1.3 Mendeskripsikan sistem koordinasi dan alat indera pada manusia dan hubungannya dengan kesehatan

    2. Memahami kelangsungan hidup makhluk hidup
    2.1 Mengidentifikasi kelangsungan hidup makhluk hidup melalui adaptasi, seleski alam, dan perkembangbiakan
    2.2 Mendeskripsikan konsep pewarisan sifat pada makhluk hidup
    2.3 Mendeskripsikan proses pewarisan dan hasil pewarisan sifat dan penerapannya.
    2.4 Mendeskripsikan penerapan bioteknologi dalam mendukung kelangsungan hidup manusia melalui produksi pangan

    3. Memahami sistem periodik
    3.1. Menuliskan konfigurasi elektron atom sederhana
    3.2. Menjelaskan penyusunan tabel periodik berdasarkan konfigurasi elektron

    4. Memahami konsep kelistrikan dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari
    4.1 Mendeskripsikan muatan listrik untuk memahami gejala-gejala listrik statis serta kaitannya dalam kehidupan sehari-hari
    4.2 Menganalisis percobaan listrik dinamis dalam suatu rangkaian serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari
    4.3 Mendeskripsikan prinsip kerja elemen dan arus listrik yang ditimbulkannya serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari
    4.4 Mendeskripsikan hubungan energi dan daya listrik serta pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari


    KELAS IX : SEMESTER 2

    Standar Kompetensi Kompetensi Dasar
    5. Memahami konsep kemagnetan dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari
    5.1. Menyelidiki gejala kemagnetan dan cara membuat magnet
    5.2. Mendeskripsikan pemanfaatan kemagnetan dalam produk teknologi
    5.3. Menerapkan konsep induksi elektromagnetik untuk menjelaskan prinsip kerja beberapa alat yang memanfaatkan prinsip induksi elektromagneti

    6. Memahami sistem tata surya dan proses yang terjadi di dalamnya
    6.1. Mendeskripsikan karakteristik sistem tata surya
    6.2. Mendeskripsikan matahari sebagai bintang dan bumi sebagai salah satu planet
    6.3. Mendeskripsikan gerak edar bumi, bulan, dan satelit buatan serta pengaruh interaksinya
    6.4. Mendeskripsikan proses-proses khusus yang terjadi di lapisan lithosfer dan atmosfer yang terkait dengan perubahan zat dan kalor
    6.5. Menjelaskan hubungan antarar proses yang terjadi di lapisan lithosfer dan atmosfer dengan kesehatan dan permasalahan lingkungan

    7. Memahami ikatan kimia
    7.1. Mendeskripsikan ikatan ion dan kovalen
    7.2. Mengidentifikasi ikatan ion dan kovalen